Bissmillah

Bissmillah

Hari ini

Rabu 20 September 2017 (05:14) WIB

Ya Rabb,

Hamba Akan Mengunci Hati ini

Dan Menutup nya dengan Rapat

Dan Hati ini hanya akan terbuka

Kepada Dia yang akan menjadi Imamku

Dia yang Yakin Padaku

Dan Mampu Meyakinkanku

Dia yang telah Kau Tetapkan Untuku

Hamba mohon,

Jatuh Cinta kanlah hanya kepada Seseorang yang telah Kau Takdirkan Untuku.

Baik itu  Orang Lain

Atau Mungkin Orang Yang Sama

Jangan Biarkan Seorangpun

Bisa Membuka Hati Ini

Kecuali Dia Calon Imamku

Siapapun Dia

Pastikan Hanya Dia Yang Memiliki Kunci

Untuk Membuka Hati Ini

Ikhlaskan dan Berilah Hamba Kesabaran

Dalam menjalani Takdir Mu

🙂

~Kramiktar~

 

 

Iklan

Ikhlas

Screenshot_2017-09-16-13-03-26_com.instagram.android_1505737791969

Alhamdulillah,

Tulisan Teh Bella diatas,  sangat membantu saya.

Sesungguhnya semua Bantuan itu datang dari Allah SWT

Makhluk Hanya Sebagai Perantara

Saya kini telah mengerjakan Salah Satu Ujian dari Allah.  Dan melalui tulisan diatas,  Allah telah menyadarkan saya untuk Ikhlas.

Bukan Soal Ikhlas Merelakan Seseorang

Tetapi Ikhlas Menerima Ketetapan-Nya

Seperti Kata Teh Fufu dalam buku nya “Jodoh Dunia Akhirat”, yang Intinya

Masalah Waktu dan Dengan Siapa,  Kau Lebih Mengetahui Yang Terbaik Untuk Hamba

Hamba Hanya Meminta

Berilah Hamba Ke Ikhlasan dan Kesabaran

Dalam Menjalani Takdir Mu

Tugas Hamba kini,  Memperbaiki diri

Memperbaiki Karena Mu

Dan Mendoakan Jodoh Hamba

Ya Rabb

Lindungilah Jodoh Hamba

Kabulkan Semua Doa nya

Mudahkan Semua Urusan nya

Lapangkan Rejeki nya

Mudahkanlah Jalan nya

Untuk Menjemput Hamba

Sehingga Kami Bisa Menyempurnakan

Separuh Agamamu

Berjamaah Bersama Mencari Ridho Mu

Untuk Bisa Menggapai Surga Mu

Aamiin

Meskipun Saat Post Ini Ditulis

Hati ini Masih Milik Orang Yang Sama

Tetapi Siapapun dia, Hamba Yakin pasti yang terbaik dari Mu

Mungkin

Kita Belum Pernah Bertemu

Mungkin Pernah Sekilas

Mungkin Sahabatku

Mungkin Juga Kau Cahaya Petunjuk

Ah sudahlah

Entah mana yang lebih dulu

Menikah ataukah Maut Yang Menjemput Terlebih Dahulu

~Kramiktar 18/09/2017 (19.52) WIB~

🙂

Wanita

Neng Usia Berapa? || 26 || Udah Nikah? ||Belum||

Pertanyaan yang dialami hampir semua wanita se usiaku tapi belum juga menikah.

Paling Sedih Kalau ada yang bilang :

– Terlalu Pemilih

-Standar Terlalu Tinggi

-Mau Cari yang kaya gimana

Ok,  Tenang Saya akan jawab

Memang sih Bapak udah mau Anak nya ini Nikah,  tapi ga pernah Jodoh Jodohin,   gmna Anaknya aja yang penting mereka Sreg.

Bersyukur, Ibu selalu menenangkan bahwa Menikah Tak perlu terburu buru hanya karena Usia &  Pandangan Orang. Karena semua akan tepat pada waktunya (Terimakasih Bu ☺️)

Saya akan menjawab tentang “Terlalu Pemilih”.  Menurut saya memilih Suami tentu harus memilih, dengan catatan Bukan Karena Harta atau Tahta.  Saya pribadi jika Allah Ridhoi ingin Suami yang Bisa membimbing di Jalan Allah, Karena saya membutuhkan pembimbing.

Karena Jika Allah dan Rasul saja dia Cintai,  pasti akan tau bagaimana cara memperlakukan istrinya .

Selain Keimanan,  tentu harus disetujui sama “Hati dan Orang Tua”.  Kenapa?

Karena Jika Hati Sreg Kita Akan bahagia Melayani Suami dengan Ikhlas dan Ridho, segala sesuatu yang dilakukan dengan Ikhlas dan Ridho akan Allah ganti dengan Pahala.

Bayangkan jika Hati tidak sreg,  Suami akan terlayani dengan baik.  Karena melaksanakan  Hak dan Kewajiban Istri. Tetapi jika berlandaskan kewajiban sepertinya cenderung terpaksa, tidak ada ke Ikhlasan dan Ke Ridhoan.

Kasian suami,  harus hidup dengan Wanita yang tidak mencintainya.

Ada sebagian berpendapat,  Nikah saja dulu Cinta nanti juga Tumbuh. Ya kisah setiap orang memang berbeda.

Tapi saya lebih sependapat dengan Teh Fufu &  Kang Canun dalam bukunya “Jodoh Dunia Akhirat”,  yang intinya :

Rasulullah pun menganjurkan Bahwa dalam prose memilih pasangan,  Kecenderungan Hati juga penting.  Meskipun pada hakikatnya Wanita itu di pilih,  tetapi Wanita juga berhak Menentukan Pilihan,  karena Wanita berhak Bahagia.  Kalau pun ada yang paling berhak membuat keputusan Selain Diri Sendiri mereka adalah Orang Tua.

Ya beruntung orang tua selalu bertanya padaku.

Sebenarnya terlintas pikiran,  apa iya saya terlalu pemilih? Katanya minta Jodoh,  Ada yang mau tapi Saya Tolak! Katanya Ingin Nikah,  tapi yang Mau ga di respon!

Hmmm itulah yang terjadi pada saya…

Tapi saya menolak / tidak merespon karena ada alasannya,  yang dulu dulu sudah saya jelaskan di Post yang judulnya “Episode Terakhir”.

Saya mau bahas yang terakhir,  yang terakhir ini,  Ibu nya yang ngajak Besanan sama Ibu Saya.

Ampuni Hamba Ya Allah, bukan maksud menolak Jodoh,  tapi hamba tau hubungan dia dan ibunya bagaimana, Jika hubungan / perlakuan dia kepada ibunya seperti itu,  bagaimana nanti pada istrinya.

Alhamdulillah ibu pun sependapat.

Sore itu pulang kerja

Ibu : De ada yang ngajak Besanan

Saya : Siapa?

Ibu : *Sensor,  katanya De Tari udah ada calon nya belum,  mau ga sama anak saya

Ibu : Belum,  tapi lagi ada yang menghadapi, dan ga akan jodoh jodohin anak, gmna anaknya aja

Saya : Legaaaa, itu artinya ibu secara tidak langsung tidak menerima tawarannya.

Walaupun Ibu tau Anak nya ga punya pacar, tapi Ibu tau siapa yang ada di Hati Anaknya, dan Tau anaknya mau yang kaya gimana,   makasih Bu :*

Itulah Cinta

Ada yang mau,  Kita nya ga sreg

Kita &  Orang Tua Sreg,  tapi Allah punya rencana lain.

Lagi lagi dari Buku Jodoh Dunia Akhirat,  yang mengutip Rumi, yang kurang lebih seperti ini

Cinta itu tidak mungkin bertepuk sebelah tangan,  karena tidak akan ada Cinta di Hati yang Satu, tanpa ada Cinta di Hati yang lain.

saya sependapat dengan Rumi,  dan yakin Jodoh itu Bersatunya Dua Hati

Suatu Hari Saya Akan Bersama dengan

Dia yang Saya Cintai dan Mencintai Saya

Sampai post ini ditulis,  Hati ini masih Milik Orang Yang Sama  🙂

Ya Rabb,  Hamba serahkan semuanya padamu, Kaulah sebaik baik pengatur, Kau yang maha Menetapkan, Kau yang maha membolak balikan Hati.

Tetapkanlah Hatiku

Diatasa Ketaatan pada-Mu

~Kramiktar 16/09/2017 (07.49)~

#Licht

 

Artinya ?

30 Agustus 2017 Aku Berfikir Itu Episode Terakhir Kisah Kita,  Tapi Tidak Dengan Hatiku

Meski Hati Enggan Pergi, Sekuat Tenaga Aku Melepasmu

Sejak Saat Itu,  Aku Meminta pada –  Nya

Jika kau Bukan Takdir ku,

Hapuskan lah perasaan Ini,  Karena Aku tak ingin Rasa ini tinggal bukan pada Hak nya

Jika kau takdir ku,  Yakinkanlah Hatiku

Aku pun Ikhlas dan Mulai Mengerti

Aku meminta Pada-Nya,  untuk menjatuhkan Hatiku hanya pada Takdirku,  dia yang akan menjadi Imamku

Semalam “Rabu, 13 September 2017” Tepat Pkl 20.05 WIB

Ditengah Keikhlasan Namun Cinta Yang Tak Pernah Berubah

Cahaya itu kembali menyapaku

Situasi Tersulit,

Bahagia Tetapi Jangan Terlalu Bahagia

Mungkin Hanya Sekedar Silaturahmi

Apa pun Maksudmu,  Apapun Artinya

Satu Yang Pasti

Aku Bahagia  🙂

Terimakasih Cahaya Petunjuk

~Kramiktar,  14/09/2017 (19.50)~

 

Perasaan Ini

Ya Rabb,

Apakah ini Nafsu untuk memiliki nya

Atau kah Kehendak- Mu

Jujur di Hati ini Masih Ada dia

Perasaan yang seharusnya telah tiada

Justru masih sama sejak 02 April 2017

Begitu banyak yang belum sempat aku katakan padanya

Ah andai dia tau,

Andai dia mau

Tinggal Datang ke Rumah

Dan Mintalah Aku pada Orang Tua Ku

Tahun  ini Pasti kita Akan Menikah

Untuk Mahar pun InsyaAllah

Surat Alfatihah & Seperangkat Alat Sholat

Tapi Aku Tak Tau

Siapa yang kini ada di hatinya

Tapi aku memahami posisi nya

Karena itulah,

Berpisah Bukan karena disakiti

Lebih Menyakitkan

Karena tidak ada alasan untuk membenci

Ya Rabb,

Tuntunlah hati ini, supaya tidak menyimpan rasa pada dia yang bukan Hak Hamba

Ya Rabb,

ku serahkan pada-Mu

Kau lah yang maha Menetapkan

Bagaimana kabar mu Cahaya Petunjuk?

Episode Terakhir,

 

Kau selalu berkata, Aku telah mengajarkanmu Arti Ketulusan dan Keikhlasan,

Padahal Kau Lah yang mengajarkan Ku Arti Ketulusan dan Keikhlasan

Apa Kau ingin tau mengapa aku sangat Mencintaimu? Ini Bukan Cinta Buta, Aku mencintaimu dengan Logika Tertinggi dan Hati Paling Dalam. Bukan Gombal ya ‘ Tapi Aku Mencintaimu dimana Hati dan Pikiran Mengatakan Hal Yang Sama *Kutipan.

Dalam mencintai,  Hati lah yang pertama memilih kemudian Logika mengikuti.

~ Hati :

Kau mencuri hatiku secepat kecepatan cahaya, sebegitu cepat  kah?  Ya! Sebelum bertemu dengan mu,  Aku tengah berada dalam Hati yang terluka.

Aku mencintai sahabatku selama 7 Tahun dan Aku memendamnya karena dia telah ada yang memiliki ,  Tapi keyakinan padanya baru Tumbuh mulai 2013 (4 Tahun Silam).

Bisa kau bayangkan,  Aku memendam perasaan selama 4 Tahun.  Dan selama itu pula,  Ada beberapa lelaki yang ingin meminangku.  Tapi aku mengikuti kata hatiku,  Karena di hatiku hanya ada Sahabatku,  meskipun dia telah ada yang memiliki.

Pernah Ada beberapa Lelaki  yang katanya ingin menjadikanku Istrinya , tapi hanya 1 yang berani datang ke rumah.

Aku tak menolak lelaki yang datang ke Rumah,  karena dia bukan melamar,  tapi datang untuk mengenalku. Dan jika Aku mau Dia akan menikahiku, Hanya saja Hati ku tak yakin padanya, dan ku Katakan pada Kaka Ipar,  bahwa Aku tak mencintainya.  Jadi itulah pertemuan kami yang pertama dan terakhir.

Sisanya aku tak merespon,  karena dihatiku hanya ada Sahabatku. Selain itu mereka terlalu menjual “Dunia”. Bukannya aku munafik, tapi bagiku Jika laki – laki yang memamerkan apa yang dimilikinya , aku khawatir menjadi Budak Duniawi. Dan aku tak mau, karena Harta berupa materi Bisa Allah ambil kapan saja dan tidak akan kita bawa mati.

Kau adalah Bintang Jatuh,  Hanya dalam hitungan detik, Hatiku langsung berkata Ya. Padahal Aku tak mengetahui 1 huruf pun tentangmu.

Tapi inilah Kuasa Nya,  dia  yang Maha membolak balikan Hati dia Menjatuhkan Hati Ku Padamu.  Hingga pertemuan kita yang terakhir pada 05 Mei 2017 , aku masih belum menggunakan Logika, Aku masih hanya mengikuti Kata Hati.

~Logika~

17 Mei 2017 Keajaiban terjadi, Aku merasa beruntung Karena Hatiku Jatuh padamu.  Kita pun bertukar pikiran, Dan kau pun mengatakan siapa kau sebenarnya.  Aku pun mulai menggunakan Logika.

Dan Pikiranku satu suara dengan Hati,

*Semua manusia sama dihadapan Allah,  yang membedakan hanya Ke Taqwaan.

*Menikah adalah menggabungkan 2 pintu rejeki

* Yang paling ajaib,  ini pertama Kalinya Orang Tua Ku Merestui dan Hatiku berkata Ya.

Aku pun menceritakan dirimu,  dan mereka meyakinkan ku bahwa yang paling penting adalah Jujur &  Bisa Membimbing.

Ibu merestui bukan karena mengingat Usia ku yang sudah menginjak 26. Tapi ibu Merestui karena Hati nya berkata Ya. Karena Prinsip Ibu, Tak perlu terburu buru menikah hanya karena Usia dan Pandangan orang lain, karena menikah itu tidak ada yang terlambat, semua akan tepat pada waktunya.

Aku semakin yakin padamu saat mengetahui, ternyata sebelum aku mengatakan aku menyukaimu ternyata ibu sudah menyukaimu terlebih dahulu.

Satu lagi yang membuatku semakin Jatuh Hati Padamu, kau berbeda dengan semua laki – laki yang sebelumnya ingin meminangku. Ketika mereka sibuk pamer, kau justru Apa adanya dan begitu Tulus , dan Tujuan Hidupmu adalah untuk mencari Ridho – Nya. Kejujuranmu lah yang membuat Hati Ku berkata “Aku telah menemukan Imamku yang akan membimbingku “. Jika seandainya kita berjodoh, Aku sudah siap dengan kondisi yang akan kita alami. Seperti kata kau “Saat Menikah harus menanggung Resiko Sebagi Suami/Istri Orang”, Pahit Manis Kita Atasi Bersama.

Aku mungkin memang tak seperti kebanyakan wanita pada umumnya, yang memilih memendam perasaan.

Memang seharusnya seperti itu,  Seharusnya Aku Mencintaimu dalam diam,  dan cukup dengan doa.

Tapi entah mengapa,  menurutku untuk mendapatkan sesuatu,  setiap doa harus disertai dengan ikhtiar.

Dalam hal ini tentu saja jodoh, doa ku sudah Allah kabulkan dengan mendapat no Hp mu.

Niat awal aku mulai menghubungi mu Murni karena ingin minta Maaf.  Tapi ternyata kau menyukaiku,  merasa dijalani,  aku pun mengungkapkan perasaan ku padamu.

Aku yakin kau pun heran,  kenapa aku begitu terbuka mengenai perasaan ku padamu.  Mungkin karena aku tak ingin mengulangi kesalahan yang sama.

Karena aku pernah memendam perasaan dan itu menyakitkan,  sehingga aku tak ingin terluka untuk kedua kalinya.

Karena Untuku,  perasaan harus diungkapkan meskipun mungkin akan di tolak,  setidaknya aku sudah berusaha.

Dan benar saja, Andai aku tak memberanikan diri,  aku tak akan pernah tau perasaan mu. Aku sungguh bahagia ternyata kau pun mempunyai Perasaan yang sama.

Tapi Allah punya rencana lain, dan aku yakin rencana – Nya Terbaik Untuk Kita Berdua

Satu Bulan kita tidak berkomunikasi, Tapi tak pernah sehari pun aku tak mengingatmu.

Jumat 18 Agustus 2017, Tepat 3 Bulan sejak  17 Mei 2017, Kita kembali berkomunikasi .

Kau tau Aku memang sedih, tapi bukan sakit hati. Karena berandai, jika aku di posisimu mungkin saja aku akan melakukan hal yang sama.

Dan tadi malam adalah Episode Terakhir kisah kita, aku Ikhlas dan akan  Pergi . Pergi bukan karena sudah tak Cinta,  Tapi pergi karena sangat Mencinta.

Kini, Sekuat Tenaga Aku Harus Melepasmu

Kau selalu berkata, bahwa kau tak sebaik yang aku pikirkan

Tapi Hatiku yakin, kau orang baik, aku so tau ?

Tidak, karena sesuatu yang datang dari hati, akan sampai pada hati

Semua yang kau katakan, Hati ku seolah turut merasakan

Meskipun Aku Pergi

Selama Allah Belum menjatuhkan hatiku pada orang lain

Hatiku akan selalu terbuka untuk mu Cahaya Petunjuk  🙂

Mungkin ini Episode Terakhir, tapi tidak menutup kemungkinan

Kisah ini akan dimulai kembali dalam sebuah “Sekuel”.

Kalaupun tidak ditakdirkan untuk bersama, Aku Yakin

Kau dan Aku akan Bersama dengan Orang Terbaik

Yang Telah Allah Tetapkan untuk kita, yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfudz

Terimakasih Cahaya Petunjuk

🙂

Apa kau masih ingat,  kau pernah berkata padaku

“Karena dari Cerpen yang Neng buat, Aa  tau neng suka sama saya itu Tulus”

Ya kau benar Aku Tulus Mencintaimu

Bukan karena Hati Ku Tulus

Tapi karena Kau Orang Yang Tulus

Karena Hanya Hati Yang  Tulus

Yang Akan Mendapatkan

Cinta Yang Tulus

Bersambung…

 

 

My Light

Je t’aime toujours

 

#CahayaPetunjuk