Langkah

“Langkah”

Aku tak tau siapa kau
Mungkin Tak Pernah Bertemu
Mungkin Pernah Sekilas
Mungkin Kita Saling Mengenal
Siapapun kau
Meskipun aku tak tau
Siapa kau dan dimana
Tapi aku akan terus melangkah
Biarkan waktu yang akan menjawab
Di langkah ke Berapa kita akan bersama

Setiap Langkah melalui sebuah Jalur
Saat ini meskipun aku melangkah
Aku masih belum tau dimana Jalur ku
Tapi aku yakin, suatu hari
Langkahku akan bersama dengan Jalur nya

Iklan

Destiny

Ah kenapa Pikiran ini datang kembali,

Menjadi Seorang Istri atau Flik ?

– Sebagi seorang wanita mimpi terbesarku Saat ini adalah menikah. Karena dengan Menikah itu artinya kesempatan terbuka luas untuk menjadi Seorang Istri yang Taat pada suami, tentu yang bisa membimbing di jalan Allah, berusaha menjadi Istri Shaleha ada jalan untuk meraih Ridho- Nya, yang bisa mengantarkanku pada Surga – Nya, Aamiin.

Tapi apa dayaku, Jodohku belum kunjung datang, aaah semoga kau selalu dalam Lindungan – Nya 🙂 .

Selain Jodoh ada hal lain yang selalu menyita pikiranku. Sudah aku coba menghapusnya tapi selalu hadir kembali.

Pikiran ini membuat ku berpikir bahwa yang harus aku pikirkan bukan hanya tentang Jodoh, tapi bagaimana menjadi sebaik baik manusia, yaitu Manusia Bermanfaat.

Ketika mempunyai Tekad yang sangat kuat untuk membuat Perubahan

Perubahan yang bisa terjadi Jika Melawan Arus

Melawan Arus bukanlah Tanpa Resiko

Tapi seperti kata Istri Alm. Munir

Mengambil Resiko atau Tidak

Semua Manusia akan Mati.

Ketika Sebagian Besar mengikuti Budaya, ada gelombang mengerah memaksaku untuk

Membudayakan Benar

Bukan Membenarkan Budaya

Tapi

Bagaimanapun Aku adalah seorang wanita

Aku sangat tidak setuju dengan Emansipasi wanita

Karena bagiku

“Perputaran Zaman Tidak akan Pernah Membuat Wanita Menyamai Laki – Laki, Wanita tetaplah Wanita dengan segala Kemampuan dan Kewajibannya”-Kutipan-

Karena mimpi terbesar ku adalah Menjadi Seorang Ibu Rumah Tangga

Seorang Istri yang Patuh Pada Suami

Seorang Ibu yang mendidik Anaknya


-Kenapa Aku Ingin dan Harus Menjadi Seorang Istri

Karena,  Aku adalah Wanita,  Aku Ingin Menjadi Perhiasan Dunia, Menjadi Istri Shaleha memberikan Jalan padaku untuk meraih Ridho – Nya. Aku ingin menjadi pendamping Suamiku di Dunia dan Akhirat, Usiaku sudah 26, Aku ingin menjadi seorang Ibu, Aku ingin menjadi Sahabat terbaik untuk Anaku.


-Kenapa Aku ingin menjadi Flik

Flik itu siapa?

Flik ada tokoh fiksi dalam film A bug’s Life. dia se ekor semut.  Dalam sinopsis Wikipedia Flik dijelaskan sebagai semut yang membuat kekacauan,  namun pada akhirnya dia menjadi seorang pahlawan.

Dimataku,

Flik memang Ceroboh dan selalu membuat kekacauan.  Tapi dia Pemberani.  Ketika semua semut takut dan tak ada yang berani menentang keinginan Hooper (Pimpinan Belalang),  Flik justru berpikir yang intinya

“Kenapa kita harus tunduk pada belalang,  semut di ciptakan bukan untuk melayani belalang”

Ketika semua semut takut dan tak ingin melawan Hooper, Flik menyadarkan semua Koloni,  untuk tidak takut pada Belalang, karena mereka sangat lemah,  mereka lah yang membutuhkan dan tergantung pada koloni semut.

Karena itulah Saya ingin membudayakan Birokrasi yang  berlandaskan Iman,  Birokrasi yang hanya Takut kepada Allah,  Jika Allah sudah menjadi Segalanya, tak akan ada lagi yang akan diam ketika melihat kesalahan / ketidak adilan.

 

“Untuk Anak Ku” #2

Ceritanya gara gara tidak sedikit kasus, seorang anak merasa bahwa ayahnya tidak menyayanginya karena si ayah tidak mempunyai banyak waktu untuk nya.

Menurut saya (Ijinkan saya yang masih belum menikah ini berpendapat ya) ada 2 kemungkinan si Ayah demikian.
1. Karena si Ayah memang tidak menyayangi keluarganya
2. Karena si Ayah sangat menyayangi keluarganya

Disini saya cuma mau menangani kasus yang no 2.
Kita Acting dikit ya ya ya 😀

Ceritanya saya uda punya Suami dan seorang Anak usianya SD, Anak saya merasa bahwa Ayahnya (Suami Saya) tidak menyayanginya karena tidak punya banyak waktu untuk dia.

Cameraaaaa Roliiiiiing Action !!! 🎬

Anak : ” Bu, Ayah ga sayang ya sama aku.
Ibu : ” Loh, kenapa bilang gitu Nak ?”
Anak : ” Habisnya, ayah ga pernah ada waktu buat aku, tiap ada acara di sekolah ayah ga pernah bisa hadir, gara gara kerja kerja kerja. Udah Gitu Sekalinya libur kerja, ayah cuman diem dirumah dan ga ngajak kita liburan kaya orang – orang.

Ibu : ” (Sambil tersenyum lalu menghampiri sang anak), Jadi itu yang selama ini kamu rasakan … Nak (Sambil mengusap kepalanya)
Ibu : ” Maafkan ibu yang selama ini tak pernah memikirkan perasaanmu, hingga kau merasa begitu bersedih.
Ibu : ” Nak, kamu harus tau,  ayah mu itu seorang laki laki, suami dan ayah yang sangat penyayang, hati nya sangat lembut namun juga sangat kuat. Kau harus tau :

I. Selama ini ayah tidak mempunyai banyak waktu, itu karena dia sangat menyayangi kau dan ibu. Ayah bekerja keras itu semua untuk memenuhi kebutuhan kau dan ibu.
– Makanan yang kita makan
– Pakaian yang kita pakai
– Barang barang yang kita miliki
– Biaya semua kebutuhan keluarga kita
– Biaya sekolahmu

itu semua hasil Ikhtiar ayah. Semuanya Allah yang kasih, tapi semua rejeki itu harus di usahakan yang di sebut Ikhtiar. Jadi ayah lah yang selama ini berusaha/berikhtiar untuk menjemput rejeki dari Allah, sehingga kebutuhan kita tercukupi.

II. Jika saat libur ayah hanya diam dirumah dan tidak mengajak kita jalan jalan, bersyukur dan bersabarlah. Pahami lah ayahmu. Coba kamu bayangkan ayah bekerja 6 hari dalam seminggu, dari pagi hingga sore, bahkan terkadang hingga larut malam. Wajarlah bila saat libur bekerja ayah hanya ingin berdiam diri dirumah. Ayah diam dirumah bukan karena dia tidak menyayangi kita, Tapi karena ayah membutuhkan istirahat.

Ini salah Ibu, maafkan ibu tak pernah memberitahumu dan bertanya padamu.

Sebenarnya saat ayah libur, dia pernah beberapa kali ingin mengajak kau dan ibu untuk berlibur. Tapi Ibu menolaknya. Ibu memutuskan untuk menghabiskan waktu dirumah. Dengan pertimbangan Setiap hari tubuh ayah selalu bekerja tanpa henti, Ibu ingin disaat waktu libur, ayah bisa beristirahat dirumah, karena jika kita pergi berlibur, meskipun bahagia, tetapi :

1. Akan menghabiskan banyak tenaga
Karena bagi ibu, justru berlibur itu adalah memanjakan tubuh, biarkan tubuh kita istirahat
2. Akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Bukan ibu pelit dan tak ingin kau bahagia nak. Tapi ibu mencoba bijaksana untuk memanfaatkan rejeki hasil kerjakeras ayah supaya bermanfaat.

Karena ibu tak tega, Uang hasil kerja keras ayah kita habiskan dalam satu hari, sementara untuk mencukupi kebutuhan kita sehari hari saja ayah pasti sangat lelah. Hanya saja dia tak pernah mengeluh karena dia sangat menyayangi kau dan ibu.

Jika Allah menghendaki pasti suatu hari kita akan pergi berlibur ke suatu tempat yang penuh manfaat.

Ibu : ” Nak, jangan pernah membandingkan ayah dengan ayah teman temanmu, begitupun sebaliknya, intinya jangan pernah membandingkan orang tua. Karena semua orang tua sangat menyanyagi anaknya, hanya saja cara mereka berbeda. Bekerja keras adalah satu dari sekian banyak bukti ayah menyayangi kau dan ibu.

Doa kan selalu ayah, biar sehat dan doa kan semoga setiap tetes keringat ayah yang keluar untuk membahagiakan kita akan Allah ganti dengan pahala dan sebuah rumah di Surga nanti.

Anak :” Ibu, aku sayang Ayah”
Ibu :” Alhamdulilah, jadi sekarang kamu sudah mengerti?”
Anak :” Sudah Bu, Aku janji gak akan ngeluh lagi, dan bersyukur jadi anak nya ayah”
Ibu :” Alhamdulilah, terimakasih sayang (sambil dipeluk)”

Assalamualaikum (Ayah Pulang)

——————————

Sekali lagi , saya tiba tiba ke pikiran kalau punya anak, padahal masih belum tau jodoh saya siapa.

~Kramiktar~

(Kamar, 02/11/2017 – 20:52 WIB)

“Untuk Anak Ku”

Nak Jika kamu membantu seseorang dengan Harta, katakanlah pada orang yang kamu bantu

“Semua Rejeki itu datangnya dari Allah, mungkin Allah menitipkan Rejeki anda melalui saya. Saya hanya perantara”

Begitupun jika kamu membantu seseorang dengan tenaga mu, katakanlah pada orang yang kamu bantu

“Semua Pertolongan itu datangnya dari Allah,  saya bisa membantu atas kehendak Allah , karena Allah yang menggerak kan saya”

Belajar rendah hati dari hal ini, jangan sekalipun kamu berbangga hati bahkan sombong bisa membantu orang lain.

Ingat ya nak,  setiap membantu orang lain,  kamu harus ingat dan mengingatkan bahwa semuanya karena Allah, kita hanya perantara yang di beri amanah sama Allah.

Satu lagi pesan Ibu,

Ibu Ridho apa pun cita cita mu raih dan perjuangkanlah sekuat tenaga,  selama di Jalan Allah dan bermanfaat untuk sesama Makhluk. Doa Ibu akan selalu bersamamu.

Saat kau merasa lelah meraih mimpimu, istirahat lah sejenak di Pelukan Ibu, lalu kamu teruskan perjuanganmu untuk meraih Ridho-Nya.

Sebenarnya jangankan Anak, suami aja belum punya. Jangan kan suami,  Calon aja belum ada,…

Ga papa namanya juga wanita,  pasti punya naluri seorang ibu,…

Ah semoga Bapak mu segera Melamar Ibu ya Nak,  biar kita bisa segera bertemu.

Entah kenapa tiba tiba nulis ini ya?

~Kramiktar~

Kamar, 27/10/2017 (14:58) WIB

“Surat Cinta Untuk Imamku”

Berserah diri,  Ikhlas,  sungguh membuat Hati menjadi Tenang…

Selesai Sholat Isya, tiba tiba kepikiran buat hadiah Surat Cinta  untuk Suami, saat Nikah nanti (Padahal Posisi Masih Jomblo) Ini udah kepikiran Suami aja,  hehe…

Tiba tiba,  Ambil Pulpen dan Nulis di Salah Satu Buku,  soalnya Binder ketinggalan di Tempat Kerja…

Jika Allah mengizinkan, sebenernya ingin membuat Puisi Untuk Kedua Orang Tua dan Mertua juga, nanti Coming Soon di Posting di sini,  sekarang Posting yang buat Suami dulu…

Memang sih belum ada calon,  Sebenernya Jodoh udah ada,  tapi belum tau aja siapa,  baru bisa tau kalo udah Ijab Qobul.

-Mungkin Tak Pernah Bertemu

-Mungkin Pernah Bertemu Sekilas

-Mungkin Sahabat

-Mungkin Juga Orang Yang Sama

Siapapun kau,  ku persembahkan

Ayat-Ayat Cinta ini Untukmu  🙂

IMG_20171024_193439_1508848667145.jpg

Ayat – Ayat Cinta 2

Jika Allah mengizinkan

Semoga Aku bisa menonton Ayat – Ayat Cinta 2,…

Jika Aku masih Sendiri,  maka Aku akan melihatnya sendirian

Jika Aku telah menjadi seorang Istri,  maka Aku akan melihatnya dengan Suami.

 

Soundtrack

“Aku Ikhlaskan Segalanya – Walau Cintaku Lebam Membiru – Sakit Namun Aku Bahagia – Ku Terima Segala Takdir Cinta”